loading...
Program menpilkan
bentuk dan macam-macam sinyal pada matlab
Untuk membuat
suatu sinyal pada matlab memerlukan beberapa fungsi yang merefresentasikannya. Dimana
suatu fungsi sinyal yang mereresentasikan sinyal tersebut memiliki nilai fungsi
mulai dari amplitodo, frekuwensi, waktu, dll. Dibawah ini adalah beberapa
contoh code untuk menampilkan sinyal sinus pada matlab:
Fs = 100;
t = (1:100)/Fs;
s1 = 2*sin(2*pi*t*5+pi*(2/3));
plot(t,s1)
dari kode
siatas maka sinya yang akan di tampilkan dalam
figure dalam matlab adalah terlihat seperti dibawah ini!
Berbeda lagi
ceritanya jika kita ingin menampilkan sinyal berbentuk kotak pada matlab
dibawah ini adalah kode programnya:
Fs = 100;
t = (1:100)/Fs;
s1 =square(2*pi*t*10+pi*1.25);
plot(t,s1, 'linewidth', 2)
axis([0 1 -1.2 1.2])
Untuk menampilkan
sinyal diskrit pada matlab yang diatur panjang gelombang dan lebarnya
memerlukan beberapa prosedur. Prosedur –prosedur tersebut kita lakukan untuk
mendapatkan hasil yang kita inginkan. Misalkan untuk membuat program yang dapat
kita tentukan panjang dan lebar gelombang kode nya ada dibawah ini!
L=input('Panjang
Gelombang(>=40)=')
P=input('Panjang
Sekuen=')
for n = 1:L
if(n>=P)
step(n)=1;
else
step(n)=0;
end
end
x=1:L;
stem(x,step)
dimana L
adalah variable yang akan diisi dengan panjang gelombang. P adalah panjang
sekuen yang ingin diberikan. Dalam program tersebut menjelaskan bagamana sebuah
program dapat berjalan jika nilai dari panjang gelombangnya itu sendiri harus
melebihi dari 40. Anda dapat mengubah setiap nilai sesuai dengan yang anda
inginkan. Dibawah ini adalah jika saya mengisi nilai panjang gelombang dengan
50 dan nilai panjang sekuennya adalah 40:
Gambar diatas memperlihatkan bahwa nilai sekuen
menunjukan ambang batas pada nilai 40. Sedangkan nilai panjang gelombang sisa
dari luas area yang telah ditentukan.
Jika pada kode program sebelumnya nilai panjang
gelombangnya harus melebiha abang batas yang ditentukan, maka untuk kode
program dibawah ini mnerefresentasikan bagaimana jika ambang batas panjang
gelombang memiliki nilai samadengan.
L=input('Panjang
Gelombang(>=40)=')
P=input('Panjang
Sekuen =')
for n = 1:L
if(n==P)
step(n)=1;
else
step(n)=0;
end
end
x=1:L;
stem(x,step)
axis([0, L ,-1, 1.2])
perbedaan mendasar pada kedua program diatas
adalah penggunaan axis yang diberikan, dan tentunya panjang gelombang yang
ditentukan. Dibawah ini adalah refresentasi dari nilai panjang gelombang yang
bernilai 50 dan panjang sekuen bernilai 20:
Kita tahu bahwa antara kode program ditas
memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Hal tersebut terjadi karena panjang
gelombang yang kita masukan berbeda-beda.
Yang terakhir adalah kode program untuk menampilkan
sinyal diskrit pada matlab sebagai berikut:
Fs=20;
t=(0:Fs-1)/Fs;
s1=sin(2*pi*t*3);
stem(t,s1)
axis([0 1 -1.2 1.2])
hasil yang direfresentasikan oleh kode diatas
adalah sebagai berikut:
Setiap fungsi kode yang digunakan memiliki
refresentasi yang berbeda-beda tergantung pada bagaimana kita menggunakan kode
tersebut.
loading...
Comments
Post a Comment